Blog

3 Cara Guru (dan Orang Tua) Mendukung Pembelajaran di Rumah

“Tidak ada yang siap dengan gangguan yang ditimbulkan oleh pandemi COVID-19 terhadap tahun pelajaran, jadi merupakan hal yang dapat dipahami jika Anda mengajukan pertanyaan kepada diri Anda sendiri – bagaimana saya dapat menyiapkan siswa saya agar sukses dengan belajar di rumah?

Pertama-tama, penting untuk dipahami bahwa pembelajaran jarak jauh dapat memfasilitasi kesuksesan akademik. Malahan, studi yang dilakukan oleh Departemen Pendidikan menunjukkan: “Siswa yang mengambil seluruh atau sebagian kelas secara online rata-rata menunjukkan kinerja yang lebih baik dibandingkan siswa yang mengambil kelas melalui pengajaran tatap muka tradisional.”

Dengan demikian, siswa mungkin tidak memperoleh dampak positif yang sama jika mereka terganggu, bingung, atau tidak dapat mengakses sumber daya pembelajaran yang diperlukan, sehingga penting untuk melakukan pendekatan pembelajaran jarak jauh secara strategis. Berikut adalah beberapa kiat yang dapat diimplementasikan guru atau dibagikan kepada orang tua siswa untuk memperoleh manfaat dari situasi ini:”

  1. Ikuti jadwal.
    “Untuk jadwal pada hari itu, sebaiknya tidak menerapkan jadwal “fleksibel”. Aktivitas pagi akan mudah ditunda hingga siang hari, dan pada akhir minggu, siswa belum mencapai semua (atau setiap) tujuan mereka yang telah ditetapkan.

Sebaiknya Anda membantu siswa untuk tetap di jalur dengan menetapkan jadwal yang jelas dan rutinitas harian. Harap diingat bahwa Anda tidak perlu mengisi delapan jam sehari dengan tugas sekolah. Malahan, siswa usia muda yang bersekolah di rumah menghabiskan rata-rata dua hingga tiga jam per hari untuk pelajaran akademik. Untuk siswa sekolah menengah atas, waktu belajar berkisar antara enam hingga tujuh jam.

Jadwal Anda dapat mencakup:”
“Waktu belajar. Tetapkan waktu belajar akademik yang cukup untuk membahas pelajaran berdasarkan kelas mereka.

Waktu tenang. Khususnya bagi siswa yang berusia muda, Anda dapat mengalokasikan satu jam waktu tenang yang akan bermanfaat bagi Anda dan siswa Anda. Selama waktu ini, siswa usia muda dapat tidur siang, sedangkan siswa yang lebih dewasa dapat membaca, menulis, atau menggambar. Apa pun aktivitas yang mereka pilih selama waktu ini harus dilakukan tanpa menggunakan layar.

Reses. Anak-anak segala usia memerlukan aktivitas fisik agar segar kembali, jadi alokasikan sekitar satu jam bebas dan dorong siswa untuk menghibur diri dengan berjalan-jalan, mengendarai sepeda, atau bahkan melakukan aktivitas fisik dalam ruangan, seperti melakukan jumping jack, push-up, atau bahkan menari.

Waktu fleksibel. Terkadang, rencana tidak berjalan sesuai keinginan, jadi pastikan untuk mengalokasikan waktu fleksibel agar siswa melanjutkan pelajaran mereka, mulai mengerjakan pekerjaan rumah, mengerjakan pelajaran sosial emosional (lihat #3), atau terlibat dalam jam jenius atau proyek STEAM. Orang tua dapat mempertimbangkan untuk bergabung dalam layanan langganan STEAM, seperti KiwiCo atau Creation Crate, namun ada banyak proyek STEAM lainnya yang dapat dilakukan orang tua dan anak-anak menggunakan berbagai benda sehari-hari. Lihat papan Pinterest STEM kami untuk mendapatkan inspirasi.

Waktu pekerjaan rumah. Kami merekomendasikan untuk mengalokasikan jam belajar bagi siswa untuk melakukan pekerjaan bebas, termasuk menyelesaikan tugas dan mengajukan pertanyaan.”

  1. Memanfaatkan teknologi untuk menghadirkan kelas bagi anak-anak.
    “Guru dapat memfasilitasi pembelajaran jarak jauh yang lebih baik dengan menyelenggarakan kelas secara virtual untuk “pembelajaran elektronik” atau menyiapkan “jam kantor” bagi siswa untuk mengajukan pertanyaan. Solusi pembelajaran jarak jauh yang umum meliputi:

Platform konferensi video, seperti Zoom, Google Hangouts, atau Microsoft Teams. Jika distrik Anda menggunakan Clever, Anda memiliki akses gratis ke konferensi video Zoom premium.

Solusi pengelolaan kelas jarak jauh atau berbasis cloud, seperti LanSchool Air, di mana siswa dan guru dapat mengirimkan pesan kepada satu sama lain, guru dapat menampilkan situs web kepada semua siswa untuk memastikan semua orang membuka halaman yang sama, dan guru dapat melihat layar siswa untuk memeriksa kemajuan mereka.”

  1. Jangan mengabaikan pelajaran sosial emosional.
    “Salah satu hal terpenting yang dapat Anda lakukan untuk siswa saat ini adalah terus memberikan dukungan emosional kepada mereka, terutama saat isolasi sosial terus berlanjut dalam beberapa minggu mendatang. Jika memungkinkan, Anda dapat mengadakan pertemuan penutup harian di mana siswa dapat menyampaikan perasaan mereka.

Berikut adalah beberapa cara untuk mendorong perkembangan sosial emosional selama isolasi:

  • Fasilitasi jurnal harian bagi siswa untuk menyampaikan pikiran dan perasaan mereka. Siswa mungkin ingin atau tidak ingin mendiskusikan emosi mereka, tapi penting agar mereka mengakui emosi tersebut (meskipun hanya kepada diri mereka sendiri). Bagi siswa yang berusia lebih muda yang masih belajar menulis, Anda dapat mendorong refleksi dengan meminta mereka menggambar sesuatu yang terjadi para hari itu.
  • Minta siswa untuk membuat daftar 10 hal yang dapat mereka lakukan untuk membantu anggota keluarga mereka. Idealnya, mereka akan mengambil langkah berikutnya dan melakukan beberapa hal tersebut.
  • Minta siswa menuliskan pesan yang baik bagi anggota keluarga atau siswa lain.”
    Kiat Bonus: Jadikan kebersamaan sebagai peluang belajar!
    “Dorong orang tua siswa untuk melihat kebersamaan di rumah sebagai pengalaman yang akan mereka kenang selama hidup mereka – mereka akan melakukan apa yang harus mereka lakukan untuk menjaga diri mereka sendiri, tetapi juga menikmati waktu mereka sebagai keluarga. Orang tua yang anaknya bersekolah di rumah purnawaktu sering kali melaporkan pelajaran bekerja dalam aktivitas harian mereka saat mereka bisa melakukannya. Ini berarti:
  • Menggunakan aktivitas membuat kue sebagai peluang untuk belajar pecahan dan keterampilan matematika lainnya.
  • Meminta siswa untuk menulis laporan mengenai film yang baru mereka tonton.
  • Menggambar peta di lingkungan rumah mereka saat mereka berjalan-jalan.

Tugas Anda sebagai pendidik mungkin tampak berbeda, tetapi seperti yang Anda tahu, sangat penting untuk tetap terhubung dengan siswa Anda. Kami ingin mendengar pendapat Anda — bagaimana Anda membuat siswa tetap termotivasi, berada di jalur yang tepat, sehat secara mental, dan terinspirasi saat Anda mengajar dari jarak jauh? Bagikan ide Anda dengan kami di Twitter dengan menandai @LanSchool!”